• Rab. Jan 14th, 2026

Audiensi dengan Bupati Dirancang, FK PPIU Bogor Tegaskan Peran Strategis Penyelenggara Umrah Resmi

ByUbay Rista

Des 8, 2025

Bogor – Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (FK PPIU) Kabupaten Bogor kembali mengambil langkah nyata dalam mendorong peningkatan mutu layanan ibadah umrah di daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan resmi antara para anggota PPIU dengan Bapak H. Muslim, selaku Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor yang baru dilantik. Agenda ini dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025 bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Bogor dan dihadiri oleh berbagai biro perjalanan umrah yang tergabung dalam PPIU Kabupaten Bogor.

Pertemuan ini menjadi momentum penting sebagai awal terjalinnya komunikasi formal antara para penyelenggara umrah dengan pimpinan baru Kemenhaj Kabupaten Bogor. Dinamika penyelenggaraan umrah yang semakin kompleks menuntut adanya kepemimpinan yang kuat, terbuka, serta mampu membangun sistem yang profesional, transparan, dan berorientasi pada perlindungan jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, PPIU Kabupaten Bogor secara resmi menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Bapak H. Muslim sebagai Kepala Kemenhaj Kabupaten Bogor. Para anggota PPIU menyampaikan harapan agar kepemimpinan yang baru ini mampu memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh penyelenggara umrah di wilayah Bogor, serta membuka ruang dialog yang konstruktif dan berkelanjutan.

Salah satu topik strategis yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah pemanfaatan Masjid Raya Kabupaten Bogor yang saat ini tengah dibangun oleh Pemerintah Daerah di kawasan depan Stadion Pakansari. Masjid tersebut direncanakan menjadi ikon religius Kabupaten Bogor. PPIU berharap masjid ini tidak hanya digunakan untuk aktivitas keagamaan masyarakat umum, tetapi juga dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan manasik, edukasi keumrahan, pembinaan jamaah, dan aktivitas PPIU serta PIHK di Kabupaten Bogor.

Selama ini, kegiatan manasik umrah masih dilakukan secara terpencar dengan fasilitas yang berbeda-beda. Dengan hadirnya Masjid Raya yang representatif dan strategis, PPIU berharap pelaksanaan manasik dapat dilakukan secara lebih terpusat, terkoordinasi, serta memiliki standar fasilitas yang lebih baik. Hal ini diyakini akan berdampak positif terhadap kualitas pemahaman jamaah sebelum keberangkatan.

Dalam pertemuan tersebut, PPIU Kabupaten Bogor juga memaparkan rencana audiensi bersama Kemenhaj dan Kemenag Kabupaten Bogor kepada Bupati Kabupaten Bogor. Audiensi ini dirancang sebagai langkah resmi untuk memperkenalkan peran dan keberadaan FK PPIU Kabupaten Bogor secara lebih luas kepada pemerintah daerah.

Beberapa poin penting yang direncanakan akan disampaikan dalam audiensi tersebut antara lain: bahwa PPIU merupakan penyelenggara legal dan berizin sesuai regulasi pemerintah; bahwa masih terdapat perangkat daerah yang belum memahami struktur dan fungsi PPIU; serta perlunya dukungan kepala daerah agar mengimbau seluruh dinas di bawah pemerintah daerah untuk mempercayakan penyelenggaraan umrah melalui PPIU resmi yang berdomisili di Kabupaten Bogor.

PPIU menegaskan bahwa keberadaan PPIU lokal memberikan manfaat ganda, baik dari sisi keamanan jamaah maupun dari sisi kontribusi ekonomi. Pajak yang dihasilkan PPIU di Kabupaten Bogor merupakan pajak daerah, sehingga secara langsung berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh sebab itu, PPIU menilai dukungan pemerintah daerah sangat krusial demi penguatan industri umrah yang sehat dan bertanggung jawab.

Isu lain yang menjadi sorotan utama adalah masih ditemukannya aktivitas KBIHU yang menjalankan fungsi penyelenggaraan umrah tanpa memiliki izin resmi sebagai PPIU. Dalam forum ini, PPIU secara terbuka meminta kepada Kepala Kemenhaj Kabupaten Bogor agar melakukan penertiban yang tegas, pembinaan, serta pengawasan berkelanjutan terhadap praktik tersebut.

PPIU menegaskan bahwa kewenangan KBIHU adalah pada aspek bimbingan ibadah, bukan dalam penyelenggaraan perjalanan umrah. Apabila praktik tanpa izin ini dibiarkan, maka potensi kerugian jamaah, penipuan, dan gagal berangkat akan terus meningkat. Oleh karena itu, PPIU berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang agar tercipta ekosistem umrah yang aman dan tertib.

Sebagai langkah penguatan kelembagaan, FK PPIU Kabupaten Bogor juga mengumumkan rencana penyiapan kantor sekretariat resmi yang akan ditempatkan di kawasan Masjid Raya Kabupaten Bogor yang saat ini sedang dibangun oleh Pemerintah Daerah. Kantor sekretariat tersebut nantinya akan menjadi pusat koordinasi, komunikasi, dan perencanaan program kerja PPIU di Kabupaten Bogor.

Pertemuan PPIU dengan Bapak H. Muslim, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bogor, pada 8 Desember 2025 di Kantor Kemenag Kabupaten Bogor ini dihadiri oleh berbagai biro perjalanan umrah, yaitu: MMS, Natola Travel, SIW, Safina Travel, Easycome Travel, Alfiq Tour, Talita Tour, ATM, Alsyarif Tour & Travel, Musa Travel, dan Madani Prima Utama. Kehadiran para perwakilan ini mencerminkan soliditas dan keseriusan FK PPIU Kabupaten Bogor dalam menjaga mutu layanan umrah.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi tonggak awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara penyelenggara perjalanan umrah dan pemerintah di Kabupaten Bogor. FK PPIU Kabupaten Bogor menaruh harapan besar agar sinergi ini terus tumbuh, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan ibadah umrah yang aman, nyaman, legal, dan dikelola secara profesional sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *