• Rab. Jul 8th, 2026

Lantunan Yaasiin Menggema di Jantung Media: Kekhusyukan Pengajian MT Ruhamaa U’bainahum di Cakrawala TV

ByMANTA

Jul 8, 2026

BEKASI, Rajawalinusantara — Di balik padatnya rutinitas sebuah media penyiaran, ada sebuah ruang spiritual yang dibiarkan terus menyala. Selasa (07/07/2026), malam Rabu yang tenang di Jl. Kranggan Jatisampurna, Kota Bekasi, diwarnai dengan gema ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kantor Redaksi Cakrawala TV malam itu bersalin rupa menjadi majelis ilmu yang syahdu saat menampung jemaah Pengajian Rutin Fadillah Yaasiin dari MT Ruhamaa U’bainahum.

Acara yang berlangsung sangat khidmat dan lancar ini tak ubahnya sebuah prosesi “mandi rohani”. Deretan tokoh agama, masyarakat, hingga seniman hadir bersimpuh, melepaskan penat duniawi untuk membasuh jiwa melalui lantunan zikir dan doa.

Pembukaan Syahdu dan Untaian Tawassul

Rangkaian perjalanan spiritual malam itu dipandu oleh Ustad Laduni, S.T. Lewat suara yang tenang, beliau memimpin prosesi tawassul. Beliau menjabarkan pentingnya mendoakan kerabat dan leluhur yang telah berpulang, sebuah amalan yang menjadi ciri khas ahlussunnah wal jamaah.

“Tawassul adalah jembatan cinta yang tak terputus oleh kematian. Ketika kita sebutkan nama-nama keluarga kita yang telah di alam barzakh, sesungguhnya cahaya kasih sayang Allah tengah turun menyelimuti mereka. Ini adalah bukti bahwa Islam sangat memuliakan hubungan kekeluargaan, baik di dunia maupun setelah maut memisahkan,” urai Ustad Laduni, membuat beberapa jemaah tampak menunduk haru mengamini doa yang dibacakan.

Menggali Kedalaman Faddilah Yaasiin

Selepas membaca jantungnya Al-Qur’an secara berjemaah, majelis disuguhkan dengan siraman rohani dari KH Dr. Firdaus Turmudzi, M.Hum . Dalam penjabarannya yang mendalam, beliau mengupas tuntas rahasia faddilah Surah Yaasiin bagi ketenangan jiwa.

“Yaasiin bukan hanya bacaan, melainkan pelita. Di saat hati kita dirundung gulita masalah dunia—utang, konflik keluarga, atau tekanan pekerjaan—Yaasiin hadir sebagai obat penenang paling ampuh yang diturunkan dari langit,” jelas KH Dr. Firdaus. Beliau juga mengkorelasikan hal ini dengan nama majelis, Ruhamaa U’bainahum. “Jika hati sudah tenang karena Al-Qur’an, maka akan mudah bagi kita untuk berkasih sayang dengan sesama manusia. Tidak ada lagi kedengkian, yang ada adalah rasa saling tolong-menolong.”

Teguran Kasih dari KH RD Jubah Ireng

Kedalaman spiritual acara ini semakin lengkap dengan petuah dari KH RD Jubah Ireng, S.Ag., M.Ag. Ulama yang dikenal lugas ini menjabarkan hakikat kehidupan di dunia yang fana.

Beliau menyoroti betapa manusia sering tertipu oleh keindahan dunia. “Kita ini musafir yang sedang berteduh sejenak. Majelis ilmu seperti malam ini adalah perbekalan kita. Jangan sampai kita sibuk memperindah rumah di dunia, tapi membiarkan rumah kita di akhirat runtuh tak beramal,” nasihat beliau. Pesan ini diuraikan dengan sangat menyentuh, mengajak jemaah untuk terus istiqomah menghidupkan malam Rabu dengan membaca Yaasiin.

Berperan sebagai penyedia tempat, M. Nawawi dari jajaran Redaksi Cakrawala TV, menjabarkan perasaannya dengan penuh takzim.

“Setiap dinding di kantor ini menjadi saksi atas ayat-ayat yang dibacakan malam ini. Kami meyakini, tidak ada bisnis dan pekerjaan yang berkah tanpa campur tangan Allah. Melalui pengajian ini, kami berharap ruang redaksi kami disucikan dari hal-hal negatif, dan staf kami senantiasa diberikan kelapangan dada serta kesehatan. Terima kasih telah menjadikan kantor kami sebagai taman surga di dunia,” ungkap M. Nawawi dengan kerendahan hati.

Pesona majelis ini turut memikat H. Ujang, Ketua Paguyuban RW Jati Raden, yang hadir pada malam itu. Dalam sambutan singkatnya, beliau menjabarkan apresiasi yang tinggi.

“Lingkungan yang baik dibentuk dari spiritualitas warganya yang tangguh. Saya merasakan ketenangan luar biasa di majelis ini. Sebagai pemimpin di lingkungan ini, saya merasa punya kewajiban moral untuk memperbesar manfaat ini. Insyaallah, saya akan kerahkan rekan-rekan pengurus lingkungan untuk turut serta di minggu mendatang, agar Jati Raden ini menjadi wilayah yang dilimpahi rahmat,” jabar H. Ujang.

Simfoni Dakwah dari Seniman Jalanan

Kehadiran musisi Diego Fals dan Farid Mbah Surip menjadi penyeimbang yang manis di tengah acara. Melalui dawai gitar dan lantunan vokal mereka yang khas, lirik-lirik bernuansa religi dan muhasabah diri (introspeksi) dibawakan dengan syahdu.

Mereka menjabarkan bahwa hidayah bisa datang dari mana saja, termasuk melalui medium kesenian. Lagu-lagu yang mereka bawakan malam itu seolah menjadi medium kontemplasi bagi para jemaah untuk meresapi makna kehidupan dan rasa syukur.

Sebagai puncak acara, Pimpinan MT Ruhamaa U’bainahum, Ustad Idhan Liqulil Mahbud, menjabarkan visi luhur majelis ke depan.

“Pengajian Faddilah Yaasiin ini adalah ruang kita untuk kembali pada fitrah. Teruslah istiqomah, ajak keluarga dan tetangga. Mari kita bumikan amalan Yaasiin ini agar hati kita terikat erat dalam tali persaudaraan Ruhamaa U’bainahum,” pesannya dengan penuh kehangatan.

Acara kemudian dipungkas dengan doa khidmat yang diaminkan dengan khusyuk oleh seluruh yang hadir. Pengajian pada malam yang diberkahi tersebut berjalan dengan sangat teratur dan menenangkan, meninggalkan jejak kedamaian di hati para jemaah saat melangkah pulang meninggalkan Kantor redaksi Cakrawala TV. (Mt)

By MANTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *